Laman

Ahlan Wasahlan

Selamat Datang di Gerbang Ilmu Duniaku
Semoga bermanfaat ^^

Sabtu, 14 Juli 2012

Naskah Drama Proklamasi



Kelas XI lalu kami di beri kesempatan untuk melakukan drama detik-detik proklamasi sebagai pemenuhan tugas Sejarah dan Seni Budaya.
Inilah Naskah dalam pementasan ^^

Naskah Drama Proklamasi
            Di tengah kemelut dan rasa lelah dalam berjuang mempertahankan wilayah dan keadaan Indonesia . Nanarnya keadaan semakin mencekam, perasaan itu semakin menggebu-gebu dalam hati, asa bangsa Indonesia untuk merdeka dan lepas dari penderitaan yang di sebabkan jajahan negeri Jepang semakin berkubar .
            ( Kembali ke radio Jepang informasi semangat juang ! kabar terbaru yang perlu di ketahui. Pada hari ini 14 Agustus 1945 Jepang telah kalah oleh tentara sekutu )
Syutan Syahir   :” berita ini harus segera saya sampaikna kepada Chairul shaleh dan teman –teman yan lain “(ucapnya ketika mendengar berita tersebut)
            Syutan sahrir bergegas menemui chairul shaleh yang merupakan ketua pemuda (golongan muda) yang berjuang demi kemerdekaan bangsa Indonesia.
Syutan sahrir     :”assalamu’alaikum chairul shaleh , ada yang perlu sya sampaikan
Chairul shaleh : “ jangan tegesa-gesa duduklahdan berbicara apa yang gendak engkau sampaikan “
Syutan sahrir     :”baru saja saya mendengar berita dari radio bahwa Jepang telah kalah oleh tentra sekutu.....”
Chairul shaleh :”benarkan ? ini berita yang perlu kita bicarakan dengan para pemuda yang lain. Tahanlah sebentar ! saya akan coba mengumpulakn mereka sekarang .”
            Dengan para pemuda yang terdiri dariSukarni, Wikana , Chairul shaleh , Sudanco singgih , sucdanco subeno dan syutan sahrir pun berkumpul dalam suatu ruangan .
Syutan sahrir mencoba memulai pembicaraan dengan menjelaskan apa yang dia dengan di radio tadi pagi.
Sudanco Subeno :”ini sebenarnya kabar yang harus kita manfaatkan untuk mempercepat kemerdekaan bangsa Indonesia.”(jawabnya sigap)
Sudanco singgih :”benar, Jepang telah kalah oleh bangsa kekutu . hal buruk yang mungkin saja terjadi jika kita tidak mempercepat kemerdekaan bangsa Indonesia adalah ke khawatiran jika bangsa kita akan di berikan kepada sekutu oleh Jepang”
Sukarni             :”ia , jika bangsa kita jatuh ke tangan sekutu, maka akan semakin sulit untuk      kita merdeka”(ujarnya menambah)
Wikana            :”saya sangat setuju, bagaimana jika hal ini kita bicarakan kepada pak Soekarno, agar dia mempercepat kemerdekaan bangsa ini. Bahkan lusa kita harus sudah merdeka”(meyakinkan )
Sukarni :”ide bagus, baiklah besok kita pergi ke rumah Soekarno?”
Chairul shaleh   :”biar saya dan Wikana yang akan pergi menemui Soekarno. Untuk menyampaikan tentang hal ini.”
Wikana            :”siap ............laksanakan!”
            Setelah obrolan para pemuda tersebut, akhirnya  esok hari tanggal 15 Agustus 1945 Wikana dan Chairul shaleh datang menemui Soekarnountuk menyampaikan ke inginan pemuda agar kemerdekaan bangsa Indonesia dapat di percepat.
Wikana            : ( tok.....tok..............tok) ”assalamu’alaikum”
            Terdengar jawaban salam dari Fatmawati(istri Soekarno)yang kemudian membuka pintu dan mempersilahakan Wikana dan Chairul shaleh untuk masuk menemui Soekarno.
Tidak lama mereka menunggu akhirnya mereka bertemu denga Soekarno.
Chairul shaleh   :”assalamu’alaikum pak Soekarno, kami mohon maaf jika kedatangan kami amatlah mendadakdan mengganggu aktivitas bapak.”(ucapanya meneruskan setela Soekarno menjawab salamnya)
Soekanro         :”tidak mengapa,ada apa gerangan  kalian datang ke sini?”
Wikana            :”maaf pak sebelumnya, kita langsung menyampaikan pada inti permasalahan. Hari kemarin kami sempat mendengar berita dari radio luar negeri tentang kekalahan Jepang oleh bangsa sekutu.
Chairul shaleh   :”nah, maksud kami datang ke sini adalah untuk menyampikan keinginan kami dan teman-teman yang lain agar kemerdekaan bangsa ini dapat di laksanakan secepatnya, yaitu di hari esok 16 Agustus 1945”
(tok...........tok..........tok) belum sempat Soekarno menjawab , tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dan lantuna salam yang sempat memotong pembicaraan mereka.
“wa’alaikum salam warah matullah”  ( jawab Soekarno) seraya meminta tolong kepada Fatmawati untuk membukakan pintu.
Ternyata yang datang ke rumah Soekarno adalah  mohh Hatta an Ahmad Soebadjo. Mereka lalu menghampiri Soekarno yang sedang berbincang dengan Wikana dan Chairul shaleh.
Mohh Hatta      :”ramainya di sini, ada Wikana dan Choirul shaleh juga, apa gerangan yang sedang kaian bicarakan.?”
Ahmad             :”izinkan kami untuk bergabung “
Soekarno         :”sangat kebetulan kalian datang , dengan senang hati duduklah ! ada yang perlu kita bicarakan “
            Akhirnya Soekarno pun menjelaskan kepada Mohh Hatta dan Ahmad atas maksud kedatangan golongan para muda tersebut.
Wikana            :”ya , itu benar sekali.(ucapnya meyakinkan gagasan Soekarno) kita harus secepatnya memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia karena kali ini kekuasaan Indonesia sedang mengalami kekosongan.”
Ahmad :”apa maksud kalian Indonesia sdang mengalami kekosongan kekuasaan?”
Wikana            :”ketiak kemarin Jepang kalah oleh sekutu , berarti bangsa Indonesia sekarang sedang mengalami kekosongan kekuasaan pak”
Mohh Hatta      :”bukanlah seperti itu, kita tidak mungkin  jika harus mempercepat  kemerdekaan itu!”
Soekarno         :”benar itu, kalau sedang sudah kalah oleh sekutu tetap saja bangsa Indonesia masih ada dalam kekuasaaan Jepang jadi biarlah  Jepang yang akan memberikan kemerdekaan itu kepada kita”
Chairul shaleh :”tidak pak, apakah kita akan menunggu kemungkina terburuk ketika Jepang telah kalah oleh sekutu., lalu dia menyerahkan bangsa kita kepada sekutu?”
Wikana            :”iu akan semakin mempersult kita untuk merdeka”
Soekarno         :”sudah, tenanglah! Kiat semua sangat menginginkan kemerdekaan Indonesia cepat terlaksana. Namun kita pu harus melihat lebih jauh tentang keadaan Indonesia sekarang. Kita harus mempu mementukan waktu yang tepat”
Mohh Hatta      :” iya, janganlah kalian tergesa-gesa dalam memutuskan kita masih perlu    mengadakan rapat PPKI sebagai persiapan”
Chairul shaleh :”baiklah, hari ini kami akan kembali, namun kami masih ingin kemerdekaan                     bangsa Indonesia di laksanakan hari esok ! ”
Ahmad             ”bersabarlah, hingga waktunya tiba !”
Wikana            :”baiklah, terima kasih atas waktu yang telah bapak luangkan untuk berbicara dengan kami. Kami harus kembali sekarang”
Soekarno         :”tidaklah mengapa, tenang saja kita pasti merdeka”
Chairul shalelh dan Wikana:” assalamu’alaikum”’
Golongan tua:” walaikum sallam”
            Dengan sedikit senyuman an rasa kecewa yang di rasa oleh keduanya akhirnya Chairul shaleh dan Wikana pulang dari rumah Soekarno  dan kembali melakukan perkumpulan dengan para pemuda untuk membicarakan hasil percakapan mereka dengan Soekarno.
Chairul shaleh :”assalamu’alaikum”
Para pemuda    :”wa’alaikumsalam “
Sukarni :”bagaimana tanggapan Soekarno  tentang keinginan kita?”
Syutan sahrir     : ”esok hari kita akan memproklamasikan kemerdekaan bukan?”
Wikana            :”tenanglah dahulu, mari kita duduk dan biarkan Chairul shaleh yang akan menjelaskan kejadiannya”
            Akhirnya para pemuda pun duduk dan berkumpul di suatu ruangan Chairul shaleh lalu membicarakan tentang tanggapan para golongan tua”
Chairul Shaleh              :”tadi saya dan wikana telah menyampaikan keinginan  kita untuk merdeka hari esok , namun para golongan tua tidak menyetujui”
Sudanco singgih            :”mengapa mereka tidak menyetujui?”
Wikana                        :” pak Soekarno masih menunggu Jepang yang akan yang akan memberikan kemerdekaan itu kepada kita”
Sudanco singgih            :”lalu, apakah kita akan berserah saja menunggu Jepang menyerah kita kepada sekutu?”
Chairul shaleh :”tenanglah, mohh hatta berpenapat bahwa kita masih  buuh rapat PPKI sebagai persiapan, tapi kita tetap harus mendesak Soekarno agar dapat melaksanakan proklamasi kemerdekaan scepatnya”
Syutan sahrir                 ”bagaimana kalau kita membawa Soekarno dan Mohh Hatta ke  Rengas Deklok lalu memdesak keduanya agar mempecepat proklamasi kemerdekaan?”
Sudanco singgih            :”tepatnya kita culik saja mereka !”
Chairul Shaleh :”ide yang bagus baiklah, kita laksanakan rencana tersebut esok pagi buta. Bagaimana menurut kalian ?”
Wikana            :” saya menyetujuinya”
Para pemuda :”dan kami pun menyetujuinya “
Chairul shaleh :”baiklah, Sukarni.....
Sukarni             :”iia Chairul Shaleh ?”
Chairul Shaleh :” engkau dan sudanco singgih yang akan mendapat tugas ini, bawalah Soekarno dan Mohh Hatta ke Rengas Deklok!”
Sukarni dan Singgih :”baik, kami akan laksanakan “
            Keesokan harinya Sukarni dan Sudanco singgih pun bergegas pergi ke  Jakarta untuk menculik dan membawa Soekarno Hatta ke Renggas Dengklok di pagi buta.
Sudanco singgih dan Sukarni     :”assalamu’alaikum”
Soekarno         :”wa’alaikum salam”
Sudanco singgih :”pak kalian harus ikut bersama kami ke Rengas Dengklok sekarang juga !”
M hatta            :”ada apa mengapa ? mengapa kami harus ikut bersama kalian ?”’
Sukarni :”pokoknya bapak harus ikut ke Rengas Dengklok sekarang !”
Soekarno         :”ada apa sebenarnya ? tenanglah dan jelaskan mengapa kami harus ikut bersama kalian pergi ke sana ?”
Sudanco singgih            :”kita harus bicarakan tentang kemerdekaan bangsa ini, maka, ayolah ikut bersama kami ke Rengas Dengklok bersama kami !”
Soekarno         :”tidak seperti itu , kita tidak bisa memaksakan diri untuk memproklamasikan  kemerdekaan secepatnya.”
M Hatta           :”benar, kita masih butuh rapat PPKI”
Sukarni :’sudahlah ayo ikut kita !”
Soekarno         :”baiklah, kita bicarakan saja hal ini di sana, mari bug Hatta kita ikut saja mereka”
M Hatta           :”baik bung karno”
            Setelah debat yang cukup ketat terjadi, akhirnya Sukarni dan Sudanco singgih berhasil menculik an mebawa Soekarno hatta ke Rengas Dengklok.
            Pagi menuju siang hari di Rengas Dengklok pemuda kini telah bertemu dengan Soekarno Hatta dan segera mendesak mereka agar segera mempercepat Proklamasi.
Chairul Shaleh  :”pak, ayolah kita percepat kemerdkaan kita!”
Soekarno         :”bersabarlah sejenak wahai para pejuang, tenang saja kita pasti proklamasi”
Sudanco subeno:”kita tunggu apalagi pak ?”
Syutan sahrir     :”benar, sebenarnya apalagi yang kiat tunggu ?”
 M hatta           :”pada waktunya kita akan merdeka “
Soekarno         :”nantikanalah waktu itu wahai para pemuda”
           
Tiba-tiba saat pedebatan kembali terjadi , datanglah Sudanco singgih , yang kemudian memanggil Chaerul shaleh
Sudanco singgih            :”tenanglah kawan, ijinkan saya bersama Chairul shaleh, kemarilah sebentar!”
            Pada obrolan sudanco singgih dengan Chaerul Shaleh ia meminta agar dirinya dengan Soekaro hatta di tinggalkan.
Chaerul pun kembali pada perkumpulan bersama Sudanco singgih
Chaerul Shaleh             :”sudahalah kawan,. Marilah kita tinggalakan Soekarno hatta bersama sudanco singgih!”
            Setlah para pemuda meninggalakan dengan Soekarno hatta saat itu’
Sudanco singgih            :”pak begini saja , apakah bapak akan membiarakan perpecahan terus terjadi antara golongan tua dengan golongan mua ? padahal keduanya pun ingin segera merdeka pak !”
Soekarno         :”memang benar, saya tidak akan membiarkan perpecahan ini terus terjadi, tapi untuk melakukan proklamasi kita masih perlu persiapan lebih”
Sudanco singgih            :”akankan bapak rela bangsa kita teruus dalam jajahan ?”
Soekarno         :”sungguh tiak, saya tidak ini bangsa kita terus menderita “
M Hatta           :”memang benar gagasanmu Sudano singgih, tapi apakah kita tidak  akan melakukan rapar persiapan?”
Sudanco singgih            :”anggap saja ini rapat persiapan pak, tidak usah bertele-tele, ingatlah ! bangsa kita ingin segera mereka!”
Soekarno         :”baikalah wahai Sudanco singgih, saya akan menyutujui proklamasi akan di laksanakan secepatnya, bagaimana denga engkau bung hatta?”
M Hatta           :”baiklah, jika itu yang terbaik saya menyutujuinya “
            Akhirnya Soekarno hatta pun menyutujui proklamasi di laksanaka secepatnya. Sudanco singgih segera pergi ke Jakarta da memberitahukan hal ini kepada pemimpin pemuda”
Sudanco singgih            :”assalamu’alaikum”
Wikana                        :”wa’alaikum salam”
Sudanco singgih            :”Wikana,  setelah kemarin saya bertemu dengan Soekarno hatta akhirnya mereka menyetujui proklamasi di laksanakan secepatnya”
Wikana                        :”alahamdulillah jika seperti itu, kebetulan hari ini sya akan ke rumah Ahmad Subarjodi rumah Laksamana “
Sudanco singgih :”ada apa gerangan menemuinya?”
Wikana                : “ kami akan membicarakan tentang pelepasan Soekarno-Hatta dan tentang kemerdekaan kita.”
Sundaco Singgih : “ Baiklah bila begitu, semoga berhasil!
Wikana                : “ Saya tinggal dulu, Assalamu’alaikum.”
Sundaco Singgih : “ Wa’alaikum salam.”
            Wikana pun bergegas pergi ke rumah laksamana  Tadashi Maeda untuk menemui Achmad Soebaryo.
Wikana            : ( tok.. tok.. tok... ) “ Assalamu’alaikum”
Laksamana       : “ Wa’alaikum Salam”
            Wikana pun menjelaskan maksud tujuannya datang ke rumah Laksamana.
Laksamana       : “ Ada apakah Wikana datang ke rumah saya?”
Wikana            : “ Saya akan berteu dengan Achmad Soebarjo tentang kemerdekaan dan saya rasa disinilah tempat yang aling aman dari tentara jepang. Bolehkah kami berbicara disini?”
Laksamana       : “ Silahkan, dengan senang hati, mana  Achmad Soebarjo?
Wikana            : “ Dia akan segera datang”
Laksamana       : “Baiklah, silahkan masuk dan duduklah!”
            Tidak lama setela wikana datang, Achmad Soebarjo tiba dirumah Laksamana.
Achmad           : ( tok... tok... tok..) Assalamu’alaikum
Laksamana       : “Wa’alaikum salam”
Laksamana       : mungkin itu pak Achmad Soebarjo, biar saya bukakan pintu.
                          “ pak Achman silhkan masik , Wikana sudah menunggu”
Achmad           : “Terimaksih Laksamana. Marilah ikut sama kami disini!
Laksamana       : “ oh, silahkan, saya tinggal dulu ada urusan!
            Setelah bertatap muka, akhrnya dimulailah pembicaraan diantara keduanya.
Achmad           : “mengapa Soekarno dan Hatta ke Rengas Dengklok?”
Wikana            : “kami hanya ingin kemerdekaan dilaksanakan secepatnya. Maka dari itu kami membawa mereka kesana.
Achmad           : tolong lepaskan mereka sekarang juuga, saya akan memberikan  jaminan bahwa selambat-lambatnya keesokan hari Soekarno hatta memproklamasikan kemerdekaan indonesia”
Wikana            :”apa benar itu adanya ?”
Ahmad             ”benar nyawa saya menjadi taruhannya”
Wikana            :”baiklah jika seperti itu adanya, jemput saja Soekarno hatta, merekka ada di Rengas Dengklok tempat kedudukan kompi tentaraPETA, namun jangan lupa dengan janji bapak “
Ahmad :”terima kasih atas informasinya saya akan jamin hal itu”
            Ahmad Soebarjo pun segera pergi ke Rengas Dengklok untuk menjemput Soekarno hatta . ia kemudian bertemu dengan Subanco subeno(komandan kompi tentara PETA)untuk meminta pembebasan keduanya.
Ahmad                  : ”assalamu’alikum”’
Subanco Subeno  :”Wa’alaikum salam, ada apa gerangan ke sini ?”
Ahmad                  :”saya ingin menjemut Soekarno hatta ke Jakarta, dan sebagai jaminan besok kita akan melaksanakan kemerdekaan bangsa Indonesia”
Sudanco subeno  :”baikalah jika itu jaminannya, mesti kau tepati, silahakan bertemu dan jemput Soekarno hatta untukkembali ke Jakarta”
            Ahmad subarjo pu akhirnya dapat menemui Soekarno hatta
Ahmad :”selamat siang bung Karno dan bung hatta”
Soekarno         :”selamat siang Ahmad subarjo”
Ahmad :”saya telah berbicara dengan pemuda dan akhirnya mereka mengizinkan saya untuk menjemput bung karno namun dengan persyaratan kita harus merdeka hari esok”
Soekarno         :”baiklah, kita akan memproklamasikan kemerdekaan hari esok, saya pun tidak ingin perpecahan terus terjadi”’
M hatta            :”benar, mari kita ke Jakarta  sekarang juga “’
Soekarno         :”kita langsung ke rumah Laksamana Tasadsi Maeda di sana tempat yang aman dari tentara Jepang”
Ahmad :”baik bung mari kita pergi!”
           
Ahmad Subarjo kembali ke Jakarta dan berhasil menjemput Soekarno hatta . mereka langsung pergi ke rumah laksamana maeda dan mulai merumuskan naskah proklamasi pukul 23.30 tanggal 6 Agustus 1945.
Soekarno         :”selamat malam Laksamana”
Laksamana       :”selamat malam pak”
Soekarno         :”boleh kami kemballi menggunakan tempat ini untuk merumuskan naksah proklamasi? Karena hanya ini satu-satunya tempat yang aman”
Laksamana       :”baiklah dengan senang hati”
M hatta dan Ahmad      :”terima kasih Laksamana”
            Pada saat tu juga mereka mulai merumuskan naskah proklamsi, yang di sakasikan oleh pemuda yakni Sukarni dan Laksamana .
Soekarno         :”baiklah, kita mulai  saja merumuskan naskah proklamasi ini, bagaimana menurut kalian tentang isi proklamasi ini ?”
M hatta            :”awalnya kita harus memakai pernyataan tentang kemerdekaan bangsa ini”
Ahmad             :”benar, setelah itu di jantumkan beberapa penjelasan “
Soekarno         :”baiklah, benar saya tulis isi proklamasi tersebut, di mulai dari pernyataan kemerdekaan, seperti apa itu bung ?”
M hatta            :”begini saja “kami bangsa Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya” untuk paragraf pertama “
Soekarno         :”bagaimana jika kita cantumkan kenegaraan pada akhirnya , jadi tidak kemerdekaannya, namun kemerdekaan Indonesia “
Ahmad :”ia saya setuju dengan hal itu”
Soekarno         :”lalu apa yang kau maksud dengan beberapa penjelasan itu ?”
Ahmad :”makud saya di sana tercantum enjelsan tentang perpindahan kekuasaan”
M hatta            :”seperti apa itu konteksnya?”
 Ahmad            :”bagaimana kalau seperti ini :”hal-hal mengenai perpindahan kekuasaandan lain-lain, di selenggarakan secara seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya?”
            (Soekarno pun menulis proklamasi yang di sumbangkan atas pemikiran Drs. Hatta dan Mr. Subarjo)
Soekarno         :”baik jadi seperti ini kah isinya ......”
(sambil membacakan tulisan yang telah di dapat )
Ahmad             :”jangan lupa tempat dan tanggal waktu saat kita merdeka “
Soekarno         :”benar sekali Djakarta 17-8-05”
Ahmad :”bagaimana jika Djakarta, hari 17 bulan 8 tahun 1945”
M hatta            :”ia, itu lebih terdengar jelas, teks prokalamasi itu lalu di tanda tangani oleh wakil bangsa Indonesia”
Soekarno         :”baiklah, alhamdulillah teks proklamasi ini telah selesai,  sekarang mari kita bicarakan hasilnya bersma para pemuda dan yang lainnya , bagaimana pandanganmu Laksamana ?
Laksamana       :”tinggal bicarakan dengan yang lain”
Soekarno         :”baiklah, mari bung hatta dan ahmad subarjo”
            Mereka akhirnya menemui para pemuda yang sudah berkumpul di serambi muka .
Soekarno         :”hai para pejuang, ini rumusan teks proklamasi itu “
            Para pemuda lalu melihat bersama –sama isi teks proklamasi tersebut
M hatta            :”bagaimana jika kita semua menadatangani teks ini seperti saat dekralasion”
Sukarni :”menurut saya lebih baik bung karno dan bung hatta saja ang menandatanganinya atas nama bangsa Indonesia”
Para pemuda    :”benar kami setuju”
            Akhirnya soekarno hatta pun mendatangani teks proklamasi kemerdekaan itu,
Syutan sahrir     :”lalu bagaimana dengan bendera Indonesia ?”
Soekarno         :”biar fatmawati saja yang akan menjaitnya, bagaimana Fatmawati?”
Fatmawati        :”baik kang mas”
Chaerul shaleh :”dimana kita akan melaksanakan proklamasi kemerdekaan ?”
Sukarni :”di lapangan ikada saja “
Wikana            ”benar, di sana saja”
Soekarno         :”tinggal selangkah lagi menuju merdeka “
           


Keesokanharinya tanggal 17 Agustus 1945
Sukarni :”assalamu’alaikum”
Soekarno         :”wa’alaikum salam”
Sukarno           :”pak saya ingin melapor, lapangan ikada ternyata tidak dapat di gunakan karena terlalu berbahaya”
Soekarno         :”tentara Jepang  pasti menjaganya, baiklak biar pembacaan proklamasinkita laksanakan di halaman rumah kediaman saya beritahu yang lain.
Sukarni :”baik pak laksanakan”
            Sukarni pun segera memberitahukan kepada para pemuda tentang hal itu, akhirnya pada pukul 10.00 hari jum’at tanggal 17 Agustus 1945 Soekarno membacakan proklamasi yang di awali oleh pidato singkatnya di halam rumah kediaman keluarga bung karno. Jalan Pegangsaan Timur no56 16 Jakarta.



Created By : Siti Nur Fatimah











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar