Laman

Ahlan Wasahlan

Selamat Datang di Gerbang Ilmu Duniaku
Semoga bermanfaat ^^

Selasa, 19 Juni 2012

Bersabar Menanti Kehendak Illahi


Ku dekap awan saat aku melangkah bersama asa yang kian tertinggal..
ku lihat engkau di sana tertunduk sepi dalam cinta yang kau persembahkan untuk Illahi ..
Kau berjuang bagai tiada duri yang menyelimuti, kau tetap kobarkan semangat keikhlasan bagai tiada jurang yang menanti ..
tiada ragu ketika Allah hembuskan sebuah rasa yang berbeda,
tak ingin aku mengartikan lebih jauh , aku takut ini hal yang tak semsestinya aku rasakan  ..
Aku kembali terdiam bagai tak tau arah untuk melangkah , batinku seakan tertekan , pikiran ku kalut dan kacau ..
Ya Rabbii apa yang sedang aku rasakan?
Hatiku bergemuruh mengucap seribu cinta untukMu, langkahku semakin ingin ku patrikan hanya untuk menuju keridloanMu ...
Tapi apa ini , kembali ku terangkat melihat sosok penuh kearifan yang tak mampu ku lepaskan dari ucap keagunganMu menciptakan makhluk yang tak kuasa untuk ku tatap ..
Aku memandanginya dari sudut yang tak mesti ku angkat lebih dekat lagi , aku mengaguminya tapi tiada ingin ku lebihkan ..
duhai engkau yang kini menyirat jiwa,
Jauh engkau kini di sebrang sana ,
Engkau bukan mahramku dan bukan pula awal mimpiku ..
engkau hadir bagai hembusan luar biasa yang ku rasa , engkau memotivasi diri untuk jauh mencintai Illahi ..
engkau bukan tujuan ku, karena yang ku tuju hanya Ridlo Illahi ..
Tersirat dalam qolbu ingin rasanya aku dalam pelitamu, bersama meraih Ridlo Illahi dalam genggaman Cinta Rabbul Ijjati ..
Tapi ku tau belum masa aku memikirkannya,
aku hanya ingin menjaga diriku karena Allah memerintahkanku..
Penantian ini hanya harap seorang insan tiada sempurna ,
yang tentang baiknya aku dan engkau hanyalah Rabii yang Maha Tau ..
Penantian ini adalah keindahan yang menyirat jiwa..
Untuk Illahi aku menanti..
dengan izinnya aku berharap .
.
Duhai Insan yang tak ku tau siapa egkau ,
Lanjutkanlah dakwahmu untuk Agama Illahi ..

Rabu, 30 Mei 2012

RG-UG hari ini !!


RG-UG hari ini !!

Lelah mungkin kini kita rasakan dlam penat..
Jka kita jbarkan tak habis hayal yg kan sampai..
Hari ini kita kembali lewati tikungan tajam yg menyulitkan,setelah kmrin tepiskan tusukan duri yg menancap di dada..
Lelah? Memang sdah spantasnya kita rasakan..
Lapar,haus,dahaga blum lgi hati yg berperang dlam kesakitan,
pemikiran yg brgejolak memprthankan argumen terbaik..
Jujur saja bru ku temui masalah yg trlalu menikung sjauh ini,
mslah organisasi kami dgn pihak lain yg membwa respon2 aktif bgi para anggotanya..
Saat kami dpat membrontak dgn ketidak adilan, saat kami hars dpt memprthankan hak kami..
Ia, memang ini hak kami, lalu kami memprthankanny?
Bkankah memg sdah menjdi tnggung jwb dan pikulan amanah?
Di kala gersang memikirkan adu argumen d antara kami dan mereka,
tanpa sadar, lelah smkin menguasai hati dan fisik kita,
maaf kawan, hingga yg lain mungkin merasa tak di perhatikan..
Namun bkan itu jwbnnya,
saya mencba memprthankan keutuhan kita..
Dan kita mencba melncarkan kepenatan..
Bukan saya tapi kita smua yg telah berhasil membuat "good programme"..
Silahkan tegur saya, saya akui ketidak tahuan ini..
Tpi kalian lbh tw,bgaimna keadaan dan kondisinya..
Kita hrus dpat menentukan pilihan d kala kita brada d ujung jurang,tdk mgkn kita terdiam,
lbih baik sdikit yg terselamatkan dari pda mesti celaka semuanya..
Biarlah hari ini menjadi pelajaran brharga bgi kita smua,
masalah yg kita hadapi adalah demi kdewasaan,dan plajaran bagi organisasi kita yg mesti lebih berkembang..
Laa yukallifullahu nafsan illa wus'aha..
Senyumlah kawan,
dan angkat jempol kalian krna itulah pnghargaan bgi kita smua..
Bgitu manis saat program tadi dpat terlaksana..
Hilang penat lain yg terfikirkan,karena acara yg tlh kami perjuangkan dn pertahankn menuai hasil yang ckup indah..
Semangat kwan,
tantangan lain sdh menunggu,dn kta mestilah siap melewatinya,
demi memetik kebahagiaan dlm kesuksesan itu,
perih = ikhtiar
manis = hasil
hasil yg manis -> di dpt dari ikhtiar dgn penuh keikhlasan melwati sgla kpedihan..
Allah sllu brsma kita.. ^^
RG-UG

Sahabat UG dengarkanlah ini !!!


Sahabat UG dengarkanlah ini !!!

Teringat akan untaian kata sahabat Abu Bakar r.a , yg ku simpulkan dlam bhasa sperti ini :
"aku terpilih menjadi pemimpin bkan brarti aku yg pling baik d antra kalian,namun krna kalian memberi kpercyaan kepadaku" ..
wahai shbat Ummahatul Ghad..
aku tak pernah menginginkan hal2 yg blum ak persiapkan,
hal lumrah yg d miliki s'tiap manusia,brupa ketdk adany persiapan namun mesti mejalani tuntutan dan ikhlas di dalamnya..
Mungkin nanti..
Saat smua sudah mulai berjalan,
aku yg hanya dengan bermodalkan bju putih abu ini, memang tak smestinya melakukan hal2 yg kini sdah mulai ku byangkan..
Rapat kmrin,barulah awal langkahku melaksanakan tuntutan ini, namun percyalah kawan, aku sngat ingin Ummahatul Ghad bangkit,
bersma kalian,Ghiroh Jihadku smkin tinggi..
Dan bersma kalianlah aku tak pernah ragu utk berdiri..
Allah sllu brsma kita,menaungi stiap lngkah dan perjlanan jihad ini..
Jikalau diri ini memimpin dlam tuntutan yg sesuai dgn Al-qur'an dan As-Sunnah mka bantulah aku utk sama2 mengemban amanah ini,
namun jka aku dlam kslahan,silahkan kalian tegur aku,
dan bolehlah kalian membenciku tp dgn benci yg brlandaskan peraturan Allah..
Akupun teringat perkataan s'org kawan :
RG-UG adalah aplikasi amal,dan rapat adalah pintu untuk membuka amal tersebut..
UG ini adalah milik kita,
lihatlah tngan kalian,di sanalah terdapat masa dpan UG,dlam genggaman kalianlah kesuksesan UG itu akan hadir..
kita hari ini adalah penentu UG d msa yg akn dtang..
Sudikah kalian,
membuat suram masa dpan UG dgn ketidak seriusan kita dlam menjlankan UG hari ini??
Marilah Sukseskan UG kita dgn prinsip ABC,
A : ambil yg baik
B : buang yg buruk
C : ciptakan yg baru..
Kita terjang masalah yg menghadang dgn kunci HHN :
H : hadapi
H : hayati
N : ni'mati
Semangat Sobat!!
Banaatul Yaum,
Ummahatul Ghad,
Hayatuna kulluha ibadah,
Ana muslim qobla kulli syaiin..
Salam Jihad Ummahatul Ghad.. ^^

Masa Muda Mau di Bawa Kemana


Masa Muda Mau di Bawa Kemana

Kmna lg ku hrs mencri kdamaian d tngah kramaian..
Dmna lg akn ku dpati kawan d tengah nanarny keadaan..
Saat dunia bergelap dan cahaya terang itu hilang..
Yg tak ku rasakan ptunjuk pda sisiku dgn sesat yg ku buat..
Ku tau bukan tak ada,
Kau sllu brsmaku, namun aku,
niris aku mengaca pda driku sndri,
ak yg prgi dari cahaya.
Ak yg memalingkan dri dan mena'ati musuh nyataku..
Naif,saat Kau ku lupakan dgn ksibukan duniaku,
smentra Engkau slalu membri ksemptan ak tuk kembali..
Jalan itulah,
jlan yg bila ku ikuti adalah utk kebahagiaanku,
yg Kau janjikan ni'mat atasnya..
Ingin ku kembali ya Rabb,
aku ingn brubah dan tetap pda perubhanku,
pda perubahan yg membwa ku senantiasa dekat dgn Tangan2 RahmatMu,
yg memberiku damai d atas kekacauan,
yg memberiku cahaya d atas kegelapan..
Bukakanlah Mata ini ya Rabb,jgn smpai Engkau menutupku atasnya,
dgn Al-Qur'an yg menjadi pedoman dan Sunnah yg menjadi sandaran..
Tak dapat ku jadikan alasan dgn masa Remajaku utk ku brpaling dan bebas berkata "inilah masaku" tanpa ku hiraukan nasihat dari sisi kanan dan kiriku,
Tak harus ku ikuti hal lumrah yg terjadi dgn alasan
"di carek asa di titah"
Ini memang Masaku utk menentukan siapa aku nantinya,namun bukan berarti bebas tanpa batas dgn smua yg ada harus ku ikuti bgitu saja, karena ku yakin akan Lebih Indah jika ku Berkarya untuk Tuhanku.. 
Kini bersama kalianlah aku ingin mengukir indah setiap detik di masa-masa ini..
Dalam wadah keorganisasian d bwah panji Al-qur'an dan As-sunnah..
Karena PertolonganMu adalah bersama Al-Jama'ah..
Rahmatilah setiap langkah ini ya Rabb dan Tuntunlah kami dalam cahaya terangMu..

Cahaya Itu Masih Ada


Cahaya Itu Masih Ada

tercekam dlam suasana hari yg smkin gelap terasa,
ktka pupus hrapan bkan krna ksmptan, tp krna rsa tkut yg menylimuti,
sudah smua ku tutup dan ku hpus,lelah terlalu hampa rasa hati dlm menapaki jlanan terjal berbatu yg tak mampu ku lalui, saat ku ayuh lbh keras,smua smkin menolak dan menghmpas,
ak trdiam,
"sudah cukup" brontakku dgn smua kegalauan ini,
haruskahku akhiri smua hrpan yg slalu ku azamkan dlu?
smua tlah brubah, tringat s'org "siti kecil" yg memliki byk harapn dan slalu optimis dlm pencpaian,
tp kni brbda,ia s'olah takut utk mencba,bhkan itu hnya utk "mencoba"..
sdkit ku terhmpas dlm lamunan,
hah,siapa dia??
tiba-tiba ia hadir membwa secercik sinar, tngannya hangat menyntuh jemari hati, ucapnya lembut menguatkan lngkah diri,
diakah yg Engkau trunkan sbgai penykong stiap nafas yg akn trhembus,stiap lngkah yg akn tertapaki,dn stiap ketaatan yg akan tersembahkan??
bersma sjuta hrpan,smua kmbli hadir, tak dpt ku pungkiri getaran ini kmbali ada, langkah tak mgkn ku sia-siakan lagi..
Allah membrkan yg trbaik bagi kehidupanku,dgn jlanNya yg slalu misteri namun nyata adanya.
Aduhai "engkau" disana, tiada kata dpt terungkap, hanya harapan hati yg tergumamkan :
"tetaplah berperangai cahaya bagi stiap insan yg kau temui"
karena Allah senantiasa meyakinkan :
"cahaya itu selalu ada"
dan kini ku sadar bahwa
"cahaya itu masih ada"

Didikan Itu Sakral


Didikan Itu Sakral

niris jika mengingat kjdian tdi sore,
sesaat ktka ku brjlan msh menggunkan srgam brsma raut muka tertunduk lelah spulangku menimba ilmu d PPI tercinta,
terhentak hati yg kabut melhat "para mutiara kecil" berusia 3-5 tahun yg sudah mengenal "kekerasan" dgn motif kelompok ("keroyokan").
mrka menghakimi kawannya yg smkin tertekan dlm ktakutan,
"ayo kita jewer breng2" ucap mrka dgn raut muka seram dan kedua tngan yg d simpan d pinggang,
sesaat ku smpat terheran, namun krena lelah tak tertahan ku hnya terdiam dan mlintas d dpan mrka,
bbrpa langkah ktka ku mlewati 2 rumh meningglakn mrka,trdgr teriakan kskitan brulang kali dari s'org anak,
niris ku mendgrnya, mrka menghakimi s.org kawan dgn kekrsan, pdhal ku tau mrka hnya jiwa-jiwa lembut yg blm mengnal arti "hukuman lewat kekerasan"
lalu dari mana mrka mendpt pngtahuan sjauh itu??
Zaman? Haruskah kita menyalahkan prubhan zaman yg tak mgkn kita hentikan stiap hal baru yg terjadi.
iyah, benar adanya.
Aku tau, mrka hnya "melihat,memperhatikan,lalu meniru"
apa semua itu didikan yg mrka dpt dri org tuanya?
apakah kekrsan yg menyksa batin2 mrka?
Membuat mrka mampu brbuat demikian trhdap kwanya?
ataukah lingkungan yg mengjarkan mrka arti kekerasan?
aku terdiam,tak mampu brkta apapun tntg hal ini.
Aqidah dan Moral adalah pembekalan utama yg mesti menjadi didikan.
Agama yg harus sjak awal d tanamkan,
memg bnar adanya, mendidik utk pintar itu mudah tetapi mendidik untuk benar itu sulit,
kini banyak mrka yg pintar namun tidak "benar", ktka org brkta "kamu harus pintar" aku tiada akn menentang, dan ktka org brkta "kamu harus benar" aku pun tiada akn menentang.
Tapi akan selalu ku akhiri dengan penekanan
"BUKANLAH PILIHAN DIANTARA KEDUANYA,KARENA KEDUANYA HARUS"
(KITA HARUS PINTAR DAN HARUS BENAR)
maka benar adanya "Didikan itu Sakral"

Surat Untuk Ibu


Surat Untuk Ibu

Tertatih ku perangi rasa amarah di jiwa,saat inginku tak sesuai dengan maumu. Malu,sungguh betapa aku malu,saat ku bangkit dari nafsuku dan ku buka mata kesadaran atas khilafku. Apa yang engkau mau adalah harapan untuku,apa yang engkau pinta adalah tak sepantasnya aku bantah dengan ah dan tidak. Naungan Sang Maha Cinta merahmatiku untuk lahir dari rahimu,saat Rabbku dan Rabbmu berkehendak aku dan engkau satu.
Ibu.. Maaf ku kecewakan asamu dengan tingkahku,saat kini Allah bukakan atas hati dan kedua mataku. Ku menangis,ku terhentak dalam gemuruh rasa sesal.
Sungguh bu,walau selama ini aku sering menolak pintamu,tak jalani amanahmu tapi hatiku terlalu mencintaimu. Rabbku menjadikan keindahan hidup dalam rangkulanmu,Nabiku ajarkan atas dirimu yang patut di utamakan,
umii.. umii.. umii..
Ibu.. Hinnga aku terjatuh dengan lelahku,dan tangan-tangan ini rapuh dalam pembaktianku kepadamu,ku tau tetap takan mampu untuk membala jasamu.
Saat kau tertidur dalam gelap malam,pernah ku hampiri engkau,ingin ku peluk cium dan katakana betapa aku menyayangimu.. Hinnga malam itu aku terbangun dari lelapku,aku ingin bertemu dengan Allah,aku ingin mengadu dan menggantungkan harapan. Sedu sedan seiring deengan doa qalbu penuh air mata di pelupuk jiwa. Ku minta ampunan atas diriku dan khilafku,ku gantungkan harapan agar ibu selalu terjaga dalam lindungan Rabbul ijati,
Bu.. Aku gundah,aku resah,aku resah dan  tak dapat menahan sejuta kerinduan saat orang berkata bahwa ku terlahir dengan tangisan dan kau menyaambutku dengan senyum penuh kebahaagiiaan. Hari itu aku dapat membuatmu tersenyum bu,namun setelahnya ku hanya dapat membuatmu menangis dan kecewa.
Ibu.. Hanya doa qalbu dan sedikit bakti yang dapat ku persembahkan padamu,karena wujud cintaku padamu hanya milik Tuhan Yang Maha Kuasa. Ku gantungkan cinta ini pada Raabbku,agar sedikit bakti dan doa ku menjadi kebahagiaan yang dapat terpancar di wajahmu,hingga tak pernah ada sesalmu saat kau harus menaungiku,dari ku di buay hingga ku dapat berlari mengejar harapan.
Ibu..  Jika ada hal yang dapat ku lakukan untuk membalas jasamu,meski itu dengan 1000 rintangan yang menghadang akan ku lalui,karena ku tau apa yang kau mau tak pernah luput dari harapmu padaku.
Namun.. sungguh tak dapat ku pungkiri bu,karma ku tahu TAK AKAN PERNAH ADA YANG DAPAT KU LAKUKAN UNTUK MEMBALAS JASAMU.
Oh ibu.. Betapa agungnya jasamu kepadaku,hingga Allah dan Rasulnya amat memuliakanmu.
Bu.. Harus kau tau betapa aku mencintaimu karena Allah,aku ingin membalas kebajikanmu karena Allah dan aku ingin bersamamu di syurga nanti dengan Ridho Allah.
Maaf kan ananda bu, aku belum bisa buktikan kesungguhan rasa cintaku dengan baktiku, namun ku kan terus memohon kepada Rabbku dan Rabbmu yang satu agar engkau tetap dalam lindungan,rahmat dan Ridlo-Nya, karena hanya sebatas ini yang mampu aku buktikan atas rasa cinta untukmu.
Kan ku kembalikan rasa cinta ini kepada Sang Maha Cinta agar engkau ternaungi dengan cinta yang lebih Hakiki dan ku ingin dapati Ridlo-Nya atas Ridlomu bu..
Ibu.. aku sangat mencintaimu,inilah jeritan hati anakmu yang tak mampu menyampaikan dengan sempurna, tetapi goresan tinta ini adalah benar-benar dari hati kecilku bu..