Laman

Ahlan Wasahlan

Selamat Datang di Gerbang Ilmu Duniaku
Semoga bermanfaat ^^

Rabu, 08 Agustus 2012

Makalah UKS



KARYA TULIS

Di Susun oleh :

Siti Nur Fatimah





  1.Pendahuluan
Sesuai dengan kurikulum pelajaran tahun ini,seorang siswa wajib membuat sebuah karya tulis sebagi tugas terakhir pelajaran-pelajaran tertentu yang di harapkan akan bantuan nilai yang kurang, Maka dari itu saya selaku siswa yang bersangkutan membuat Tugas Karya Tulis mengenai Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan bagian dari program kesehatan anak usia sekolah. Anak usia sekolah adalah anak yang berusia 6 – 21 tahun, yang sesuai dengan proses tumbuh kembangnya dibagi menjadi 2 sub kelompok, yakni pra remaja (6-9 tahun) dan remaja (10-19 tahun).
Pelayanan kesehatan pada UKS adalah pemeriksaan kesehatan umum, kesehatan gigi dan mulut siswa SD dan setingkat melalui penjaringan kesehatan terhadap murid kelas 1 Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bersama dengan guru UKS terlatih dan dokter kecil secara berjenjang (penjaringan awal oleh guru dan dokter kecil, penjaringan lanjutan oleh tenaga kesehatan).
Salah satu kegiatan untuk membina dan mengembangkan UKS adalah dengan mengadakan Lomba Cerdas Tangkas Dokter Kecil. Dokter Kecil adalah siswa yang dipilih guru untuk melaksanakan sebagian usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri, teman, keluarga, dan lingkungan sekolah.
A. Landasan Teori

 1.Pengertian

Kesehatan Sekolah adalah upaya kesehatan masyarakat yang dilaksanakan dalam rangka pembinaan kesehatan anak usia sekolah. Sesu
ai Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang kesejahteraan anak adalah orang yang berusia 0-12 tahun dan belum menikah. Pembinaan kesehatan anak dibagi atas dua bagian besar yaitu:

a) Pembinaan kesehatan bayi, balita serta anak prasekolah ( kelompok umur 0-6 tahun).

b) Pembinaan kesehatan anak usia sekolah ( kelompok umur 7-21 tahun).

c) Perbedaan kelompok sasaran ini dilakukan karena adanya permasalahan yang berbeda yang memerlukan pola pembinaan kesehatan yang berbeda pula.

  2.Sejarah UKS
PERILAKU seksual berisiko yang dapat mengakibatkan tertular infeksi menular seksual (IMS)—termasuk HIV/AIDS serta kehamilan tak dikehendaki di kalangan remaja—perlu mendapat perhatian serius. Pendidikan kesehatan reproduksi sepatutnya diberikan sejak anak di sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA).

Menteri Kesehatan Achmad Sujudi mengemukakan hal itu kepada wartawan sebelum pertemuan dengan para pemenang Lomba Sekolah Sehat SD/MI dan SLTP/MTs Tingkat Nasional tahun 2001, akhir pekan lalu di Jakarta.

“Masalah reproduksi perlu dibicarakan secara terbuka, sehingga anak dan remaja memahami bagaimana organ seksual bekerja, tidak panik lagi jika mengalami menstruasi pertama bagi perempuan, dan mimpi pertama bagi laki-laki. Pada saat itu secara biologis mereka dewasa, namun secara psikologis dan sosial, belum. Pendidikan kesehatan reproduksi diperlukan agar mereka lebih berhati-hati menjaga kesehatannya,” papar Menkes.


Masalah lain yang menjadi ancaman adalah penyalahgun
aan narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat-zat adiktif (NAPZA). Pemakaian NAPZA membuat anak menjadi tidak sadar, berubah kepribadian, serta mengalami adiksi (kecanduan).

Pembinaan kesehatan di sekolah dipandang merupakan strategi yang tepat, mengingat sebagian besar waktu anak sekolah dihabiskan di sekolah dan sepertiga penduduk Indonesia adalah anak usia sekolah.

Hal ini telah dirintis sejak tahun 1956 dengan pengembangan model Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Untuk memantapkan pembinaan UKS secara terpadu, 3 September 1984 ditetapkan Surat Keputusan Bersama antara Menteri Pendidikan, Menteri Kesehatan, dan Menteri dalam Negeri tentang pembentukan Tim Pembina UKS tingkat pusat. Hal ini diikuti tim pembina tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, serta Tim Pelaksana UKS di sekolah.

Dalam Pasal 45 Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan disebutkan, kesehatan sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat, sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

Berkait erat
Pendidikan dan kesehatan, lanjut Menkes, berkaitan erat. Anak yang sehat bisa belajar dengan baik. Sebaliknya, pendidikan mendukung tercapainya peningkatan status kesehatan.

Ada tiga program pokok UKS, yaitu pendidikan kesehatan yang diintegrasikan dengan semua mata pelajaran, pelayanan kesehatan di sekolah dengan adanya poliklinik (bagi sekolah yang mampu), usaha kesehatan gigi sekolah, serta pembinaan lingkungan sekolah sehat.

“Semua siswa diharapkan aktif berpartisipasi, memahami arti sehat, menerapkan perilaku sehat pada dirinya, dan menjaga kesehatan lingkungan. Juga memahami kesetaraan jender,” papar Sujudi.

Direktur Pusat Pengembangan kualitas Jasmani Departemen Pendidikan Nasional dr Suharto menambahkan, masalah kesetaraan jender merupakan bagian dari pendidikan kesehatan reproduksi. Saat ini ada beberapa materi yang disiapkan untuk masuk kurikulum.

“Kita sudah mengembangkan 25 buku pedoman untuk bacaan anak SD dan SMP. Sekarang sedang diui coba di 10 kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Antara lain di Cilacap, Semarang, Demak, dan Pasuruan. Tujuannya, menyampaikan masalah kesehatan reproduksi secara betul. Buku ajar SD yang bias jender juga akan diubah,” tutur Suharto.
Mengenai lomba sekolah sehat yang telah diselenggarakan selama 10 tahun, menurut Suharto, parameter penilaian bukan pada gedung atau sarana sekolah tetapi pada pelaksanaan usaha kesehatan di sekolah. Aktivitas anak-anak dalam mengembangkan upaya kesehatan berperan penting. Selain itu, pengaruh sekolah terhadap lingkungan serta koordinasi antar sektor terkait.

Saat ini dikembangkan program food for education dengan bantuan Departemen Pertanian AS (USDA) berupa pemberian susu pada anak sekolah dari keluarga miskin. Tujuannya adalah meningkatkan asupan gizi, sehingga anak lebih sehat dan lebih mampu menerima pelajaran. Tahun ini rencananya satu juta anak sekolah di seluruh Indonesia akan diberi susu gratis tiga kali seminggu. (atk)

3. Dasar Kebijakan

Dasar Kebijaksanaan dan Pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah adalah undang-undang Nomor 4 tahun 1979 tentang pembinaan anak sekolah

4. Definisi
a. Departemen Kesehatan
Usaha kesehatan sekolah adalah usaha keshatan masyarakat yang dijalankan di sekolah-sekolah dengan anak didik beserta lingkungannya sebagai sasaran utama

b. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Usaha kesehatan sekolah adalah upaya membina dan mengembangkan kebiasaan hidup sehat yang dilakukan secara terpadu melalui program pendidikan dan pelayanan kesehatan di sokolah, perguruan agama serta usaha-usaha yang dilakukan dalam rangka pembinaan dan pemeliharaan kesehatan di lingkungan sekolah
c. dr. Indan Entjang
Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah suatu usaha kesehatan masyarakat yang ditujukan kepada masyarakat yang ditujukan kepada masyarakat sekolah, yaitu : anak didik, guru dan karyawan sekolah lainnya.
Yang dimaksud dengan anak didik yaitu mulai dari sekolah dasar sampai dengan sekolah lanjutan atas, namun lebih diprioritaskan pada masa sekolah dasar karena sekolah dasar merupakan dasar dari sekolah-sekolah lajutannya.
 Program Usaha Kesehatan Sekolah ( UKS )
Program UKS adalah upaya terpadu lintas program dan lintas sektoral dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan serta membentuk perilaku hidup bersih dan sehat anak usia sekolah yang berada di sekolah dan Madrasah Ibtidaiyah.
Peran Perawat Pada Program UKS
Peranan perawat komunitas dalam upaya kesehatan sekolah adalah:
1. Sebagai pelaksana asuhan keperawatan di sekolah
a. Mengkaji masalah kesehatan dan keperawatan peserta didik dengan melakukan pengumpulan data, analisa data dan perumusan masalah serta prioritas masalah.
b. Melaksanakan kegiatan UKS sesuai dengan rencana kegiatan yang disusun.
c. Penilaian dan pemantauan hasil kegiatan UKS.
d. Pencatatan dan pelaporan sesuai dengan prosedur yang diterapkan.
2. Sebagai Pengelola Kegiatan UKS
Perawat kesehatan yang bertugas di Puskesmas dapat menjadi salah satu anggota dalam TPUKS atau dapat juga ditunjuk sebagai seorang koordinator, maka pengelolaan pelaksanaan UKS menjadi tanggung jawabnya atau paling tidak ikut terlibat dalam tim pengelola UKS.
3. Sebagai Penyuluh Dalam Bidang Kesehatan
Peran perawat kesehatan dalam memberikan penyuluhan kesehatan dapat dilakukan secara langsung melalui penyuluhan kesehatan yang bersifat umum dan klasikal atau secara tidak langsung sewakktu melakukan pemeriksaan kesehatan peserta didik secara perorangan.

Program Perawat Kecil

a. Pengertian
Perawat kecil adalah siswa yang memenuhi kriteria dan telah terlatih untuk ikut melaksanakan sebagian usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri, teman, keluarga dan lingkungannya.

b. Tujuan
Tujuan Umum
Meningkatnya partisipasi siswa dalam program UKS.
Tujuan Khusus
1. Agar siswa dapat menjadi penggerak hidup sehat di sekolah, di rumah dan lingkungannya.
2. Agar siswa dapat menolong dirinya sendiri, sesama siswa dan orang lain untuk hidup sehat.

c. Tugas Dan Kewajiban Perawat Kecil

1. Selalu bersikap dan berperilaku sehat.
2. Dapat menggerakkan sesama teman-teman siswa untuk bersama-sama menjalankan usaha kesehatan terhadap dirinya masing-masing.
3. Berusaha bagi tercapainya kesehatan lingkungan yang baik di sekolah maupun di rumah.
4. Membantu guru dan petugas kesehatan pada waktu pelaksanaan pelayanan kesehatan di sekolah.
5. Berperan aktif dalam rangka peningkatan kesehatan, antara lain : Pekan Kebersihan, Pekan Gizi, Pekan Penimbangan BB dan TB di sekolah, Pekan Kesehatan Gigi, Pekan Kesehatan Mata, dan lain-lain.

d. Kegiatan Perawat Kecil
1. Menggerakkan dan membimbing teman melaksanakan;
a. Pengamatan kebersihan dan kesehatan pribadi.
b. Pengukuran Tinggi Badan dan Berat badan.
c. Penyuluhan Kesehatan.
2. Membantu petugas kesehatan melaksanakan pelayanan kesehatan di sekolah, antara lain :
a. Obat cacing, vitamin dan lain-lain.
b. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).
c. Pertolongan Pertama Pada Penyakit.
3. Pengenalan dini tanda-tanda penyakit.
4. Pengamatan kebersihan Ruang UKS, warung sekolah dan lingkungan sekolah.
5. Pengamatan kebersihan di sekolah seperti halaman sekolah, ruang kelas, perlengkapan, persediaan air bersih, tempat cuci, WC, kamar mandi, tempat sampah dan saluran pembuangan termasuk PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk).
6. Pencatatan dan pelaporan, antara lain Buku harian Perawat Kecil.
7. Melaporkan hal-hal khusus yang ditemuinya kepada guru UKS/ Kepala Sekolah / Guru yang ditunjuk.
Persyaratan Sekolah sebagai Pelaksana UKS:
  1. Mempunyai SK Tim Pelaksana UKS dari Kepala Sekolah
  2. Mempunyai guru yang telah ditatar materi UKS
  3. Mempunyai ruang UKS beserta perlengkapannya
  4. Mempunyai KKR/Tiwisada yang sudah ditatar dengan jumlah minimal 10% dari seluruh siswa
  5. Melaksanakan TRIAS UKS dalam kehidupan sehari-hari
Trias UKS
Trias UKS adalah tiga program pokok dalam pembinaan dan pengembangan UKS, meliputi;
  1. Pendidikan Kesehatan
  2. Pelayanan Kesehatan
  3. Pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat
Pendukung Trias UKS meliputi;
  1. Ketenagaan
  2. Pendanaan
  3. sarana Prasaran
  4. Penelitian dan Pengembangan
Arti Lambang UKS :
 
SEGITIGA artinya Trias UKS adalah Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan dan Pembinaan lingkungan sekolah sehat.
Lingkaran artinya dilakukan terus menerus.
Tulisan UKS adalah pelaksanaannya harus didukung secara vertikal dan horizontal (pembina maupun pelaksana)
Delapan Goal UKS:
Generasi muda terbebas dari;
  1. Kenakalan remaja
  2. Bahaya Rokok
  3. Narkoba
  4. Kehamilan pranikah/pergaulan bebas
  5. Cacingan
  6. Anemia
  7. Hepatitis B
Pasal-Pasal Tentang UKS :
Pasal 2
Tujuan Usaha Kesehatan Sekolah [UKS] adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan meningkatkan prilaku hidup bersih dan sehat dan derajat kesehatan peserta didik maupun warga belajar serta menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya.

Pasal 3
Sasaran langsung UKS adalah peserta didik di sekolah/Satuan Pendidikan Luar Sekolah, Guru, Pamong Belajar, Pengelola Pendidikan lainnya, Pengelola Kesehatan, dan Masyarakat.

Pasal 4
(1) Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah [UKS] di Sekolah/Satuan Pendidikan Luar Sekolah dilaksanakan melalui tiga program pokok yang meliputi:
  1. Pendidikan Kesehatan;
  2. Pelayanan Kesehatan; dan
  3. Pembinaan Lingkungan Kehidupan Sekolah Sehat,

(2) Untuk mendukung Pelaksanaan Tiga Program Pokok UKS di Sekolah/Satuan Pendidikan Luar Sekolah diperlukan program penduduk yang meliputi:

  1. Ketenagaan;
  2. Pendanaan;
  3. Sarana Prasaran;
  4. Penelitian dan Pengembangan

(3) Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah [UKS] dilaksanakan oleh Tim UKS yang terdiri atas:
  1. Tim Pembina UKS Pusat;
  2. Tim Pembina UKS Propinsi;
  3. Tim Pembina UKS Kabupaten/Kota
  4. Tim Pembina UKS Kecamatan;
  5. Tim Pelaksana UKS di sekolah.

Pasal 9
(1) Tugas Tim Pelaksana UKS:
  1. Melaksanakan Tiga Program Pokok [UKS] yang terdiri dari Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan dan Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat sesuai ketentuan dan pedoman yang telah ditetapkan oleh Pembinaan UKS;
  2. Menjalin kerjasama dengan orang tua murid, instansi lain dan masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan UKS;
  3. Menyusun program, melaksanakan penilaian/evaluasi dan menyampaikan laporan kepada Tim Pembina UKS Kecamatan;
  4. Melaksanakan ketatausahaan Tim Pelaksana UKS Sekolah;
(2) Keanggotaan Tim Pelaksana UKS terdiri dari unsur Pemerintah Desa/Kelurahan, Kepala Sekolah, Guru, Pamong Belajar, Organisasi Siswa Intra Sekolah [OSIS], Puskesmas, Orang Tua Murid, serta unsur lain yang relevan.
(3) Keanggotaan Tim Pelaksana UKS di Sekolah ditetapkan oleh Kepala Sekolah.

Pasal 10
Biaya pembinaan dan pengembangan UKS terdiri atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara masing-masing Departemen, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Peopinsi, Kabupaten/Kota, Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah serta sumber lain yang sah dan tidak mengikat.

POLA KETERPADUAN  PMT-AS; UKS DAN PROGRAM PERTANIAN PENDUKUNG

 Sejalan dengan upaya hidup sehat di lingkungan sekolah Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) telah berjalan hampir 3 dekade. Tujuan program tersebut adalah meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik sedini mungkin. Sebagai dasar hukum dari program UKS adalah  SKB 4-Menteri tahun 1984 (Depkes, Depdikbud, Depag dan Depdagri) yang dikelola oleh Tim Pembina UKS, dan telah dilaksanakan ke seluruh SD/MI Negeri dan swasta di Indonesia.
  Dari hasil pertemuan sektor terkait pada Forum Koordinasi PMT-AS dan  Tim Pembina UKS tingkat Pusat maupun Daerah, disepakati bahwa kegiatan PMT-AS perlu dipadukan dengan program UKS termasuk Program Pertanian Pendukung melalui pelatihan Guru UKS dan Kader Kesehatan Sekolah (KKS). Program lain yang sangat menunjang keberhasilan dan kelancaran keterpaduan tersebut adalah pemanfaatan kebun sekolah yang dibina oleh sektor pertanian, sehingga produk tanaman kebun sekolah maupun materi penyuluhan sangat efektif untuk menunjang PMT-AS.
Kegiatan keterpaduan tersebut dirintis di 5 Provinsi, yaitu Riau, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Tenggara, dan dilaksanakan pada tahun 1999/2000. Dari pengamatan dan evaluasi terhadap konsep keterpaduan PMT-AS, UKS dan Program Pertanian Pendukung diperoleh hasil yang positif sehingga dapat diterima oleh sektor-sektor yang mengelola program-program tersebut. Oleh karena itu sektor terkait sepakat untuk mensosialisasikan pola keterpaduan tersebut ke tingkat provinsi agar dilaksanakan di seluruh Indonesia.
  1. Kegiatan di Tingkat Pusat
  1. Menyediakan Pedoman Pola keterpaduan PMT-AS, UKS dan Program Pertanian Pendukung
  2. Menyediakan Modul pelatihan guru UKS dan Kader Kesehatan Sekolah
  3. Melakukan advokasi dan sosialisasi
  4. Memberikan Bimbingan teknis kegiatan
  5. Pemantauan dan evaluasi kegiatan.
  1. Kegiatan di Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota
1.      Melakukan pertemuan Forum Koordinasi PMT-AS, Tim Pembina UKS dan Sektor Pertanian. Materi yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah review Program PMT-AS, Program UKS dan Program Pertanian Pendukung serta menyusun rencana kerja keterpaduan.
2.      Melaksanakan advokasi dan sosialisasi di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Pengelolaan UKS

a. Pelaksana UKS
Melibatkan berbagai pihak terkait dengan sekolah tersebut, diantaranya :
- guru pembina UKS
- peserta didik
- petugas kesehatan dari Puskesmas setempat
- masyarakat (BP3 maupun non BP3)
b. Prinsip-prinsip pengelolaan UKS
§ mengikutsertakan peran secara aktif masyarakat sekolah, yang meliputi :
- masyarakat sekolah yang terdiri dari guru, peserta didik dan karyawan sekolah
- masyarakat diluar sekolah, wali murid dan masyarakat yang tergabung dalam Badan Pembantu Penyelengaraan Pendidikan (BP3)
§ kegiatan yang terintegrasi
pelayanan kesehatan menyeluruh yang menyangkut segala usaha kesehatan pokok puskesmas sebagai satu kesatuan yang utuh dalam rangka meningkatkan derajat peserta didik
§ melaksanakan rujukan yaitu puskesmas atau rumah sakit
§ kolaborasi tim
karena UKS merupakan kegiatan yang melibatkan kerjasama lintas sektoral, maka diperlukan krjasama tim yang baik dan teratur dan tiap-tiap instansi memiliki uraian tugas yang jelas sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam melaksanakan kegiatannya.
c. Kerjasama Lintas Sektoral
d. Tolak ukur keberhasilan
§ Dilihat dari peserta didik
- sehat, tidak sakit-sakitan, dan bebas dari narkoba
- absensi sakit menurun
- pertumbuhan dan perkembangan peserta didik sesuai dengan golongan usianya
- siswa sekolah dasar/madrasah telah mendapatkan imunisasi
§ Dilihat dari lingkungan yang ada di sekolah
- semua ruangan dan kamar mandi, jamban, dan pekarangan tampak bersih dan rapi
- tidak terdapat sampah yang berserakan
- terdapat tempat sampah yang mudah di jangkau dan ada sumber air bersi


Sasaran UKS

a. Peserta didik
b. Pembina UKS (baik teknis maupun nonteknis)
c. Sarana dan prasarana pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan
d. Lingkungan sekolah


7. Pola Pembinaan, Program Pembinaan dan
a. Pendekatan Yang Digunakan Dalam Pengelolaan UKS
- Komunikasi informasi dan motivasi (KIM)
Anak usia sekolah merupakan kelompok usia yang rawan sekali terhadap masalah kesehatan sehingga perlu adanya pihak yang bertugas memberikan wawasan dan motivasi dalam segala aktivitasnya
- Pendekatan edukatif dalam rangka alih kelola dan alih teknologi
Berikan contoh-contoh aktivitas yang membuat mereka tertarik untuk mengikutinya, melalui media dan pelajaran-pelajaran di sekolah

b. Pola Pembinaan
Pola pembinaan kesehatan berdasarkan kebutuhan dan permasalahan sesuai dengan tahap dan perkembangan anak di bedakan menjadi 2 yaitu :
- pembinaan masa bayi, balita dan anak prasekolah (usia 0-6 tahun)
- pembinaan kesehatan anak usia sekolah (usia 7-21 tahun), yang dibedakan menjadi : pra remaja (7-12 tahun), remaja (13-21 tahun) dan dewasa muda (19-21 tahun)
c. Program pembinaan
- melalui sekolah yang sudah dikenal dengan usaha kesehatan sekolah, dilaksanakan mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai dengan pendidikan menengah, termasuk sekolah agama dan taman kanak-kanank serta sekolah luar biasa
- di luar sekolah melalui kelompok khusus seperti kelompok dasa wisma, organisasi karang taruna, lembaga swadaya masyarakat

Kegiatan UKS

a. Pendidikan Kesehatan di sekolah
- kegiatan intrakulikuler
maksudnya adalah pendidikan kesehatan merupakan bagian dari kurikuler sekolah, dapat berupa mata pelajaran yang berdiri sendiri seperti mata pelajaran ilmu kesehatan atau disisipkan dalam ilmu-ilmu seperti ilmu-ilmu lainnya seperti pendidikan jasmani dan kesehata dan ilmu pengetahuan alam
- kegiatan ekstrakulikuler
maksudnya adalah pendidikan kesehatan dimasukkan dalam kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler dalam rangka menanamjkan peserta didik.

b. Pemeliharaan di sekolah
Pemeliharaan kesehatan disekolah, dimaksudkan untuk memelihara, meningkatkan dan menemukan secara dini kesehatan yang mungkin terjadi terhadap peserta didik mapun gurunya


 PERAN PERAWAT DALAM UKS

a. Sebagai Pelakasana asuhan keperawatan di sekolah
- mengkaji masalah kesehatan dan keperawatan peserta didik dengan melakukan pengumpulan data, analisa data dan perumusan masalah dan prioritas masalah
- menyususn rencana kegiatan UKS bersama TPUKS
- melakasanakan kegiatan UKS sesuai dengan rencana kegiatan yang disusun
- menilaian dan pemantauan hasil kegaiatn UKS
- pencatatan dan pelaporan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan
b. Sebagai Pengelola kegiatan UKS.
Perawat kesehatan yang bertugas dapat menjadi salah seorang anggota dalam TPUKS, atau dapat juga ditunjuk sebagai seorang koordinator kegiatan UKS di tingkat puskesmas. Bila perawat kesehatan ditunjuk sebagai koordinator UKS maka pengelola pelaksanaan UKS menjadi tanggungjawabnya atau paling tidak ikut terlibat dalam tim UKS

c. Sebagai Penyuluh dalam bidang kesehatan.
Peranan perawat kesehatan dalam memberikan penyuluhan kesehatan dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung (miss. Sewaktu melaksanakan pemeriksaan kesehatan peserta didik secara perorangan).


Tujuan UKS

a. Tujuan Umum
Untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik serta menciptakan lingkungan sehat sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan anak yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia indonesia seutuhnya

b. Tujuan Khusus
Membiasakan hidup sehat dan meningkatkan derajat kesehatan peserta didik yang mencakup :
- menurunkan angka kesakitan anak sekolah
- meningkatkan kesehatan peserta didik baik fisik , mental maupun sosial
- agar peserta didik memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip-prinsip hidup sehat serta berpartisispasi aktif dalam usaha peningkatan kesehatan di sekolah.
- meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan terhadap anak sekolah
- meningkatkan daya tangkal dan daya hayat terhadap pengaruh buruk narkoba, rokok, alkohol dan obat berbahaya lainnya




Dari Berbagai Sumber

Sabtu, 14 Juli 2012

Naskah Drama Proklamasi



Kelas XI lalu kami di beri kesempatan untuk melakukan drama detik-detik proklamasi sebagai pemenuhan tugas Sejarah dan Seni Budaya.
Inilah Naskah dalam pementasan ^^

Naskah Drama Proklamasi
            Di tengah kemelut dan rasa lelah dalam berjuang mempertahankan wilayah dan keadaan Indonesia . Nanarnya keadaan semakin mencekam, perasaan itu semakin menggebu-gebu dalam hati, asa bangsa Indonesia untuk merdeka dan lepas dari penderitaan yang di sebabkan jajahan negeri Jepang semakin berkubar .
            ( Kembali ke radio Jepang informasi semangat juang ! kabar terbaru yang perlu di ketahui. Pada hari ini 14 Agustus 1945 Jepang telah kalah oleh tentara sekutu )
Syutan Syahir   :” berita ini harus segera saya sampaikna kepada Chairul shaleh dan teman –teman yan lain “(ucapnya ketika mendengar berita tersebut)
            Syutan sahrir bergegas menemui chairul shaleh yang merupakan ketua pemuda (golongan muda) yang berjuang demi kemerdekaan bangsa Indonesia.
Syutan sahrir     :”assalamu’alaikum chairul shaleh , ada yang perlu sya sampaikan
Chairul shaleh : “ jangan tegesa-gesa duduklahdan berbicara apa yang gendak engkau sampaikan “
Syutan sahrir     :”baru saja saya mendengar berita dari radio bahwa Jepang telah kalah oleh tentra sekutu.....”
Chairul shaleh :”benarkan ? ini berita yang perlu kita bicarakan dengan para pemuda yang lain. Tahanlah sebentar ! saya akan coba mengumpulakn mereka sekarang .”
            Dengan para pemuda yang terdiri dariSukarni, Wikana , Chairul shaleh , Sudanco singgih , sucdanco subeno dan syutan sahrir pun berkumpul dalam suatu ruangan .
Syutan sahrir mencoba memulai pembicaraan dengan menjelaskan apa yang dia dengan di radio tadi pagi.
Sudanco Subeno :”ini sebenarnya kabar yang harus kita manfaatkan untuk mempercepat kemerdekaan bangsa Indonesia.”(jawabnya sigap)
Sudanco singgih :”benar, Jepang telah kalah oleh bangsa kekutu . hal buruk yang mungkin saja terjadi jika kita tidak mempercepat kemerdekaan bangsa Indonesia adalah ke khawatiran jika bangsa kita akan di berikan kepada sekutu oleh Jepang”
Sukarni             :”ia , jika bangsa kita jatuh ke tangan sekutu, maka akan semakin sulit untuk      kita merdeka”(ujarnya menambah)
Wikana            :”saya sangat setuju, bagaimana jika hal ini kita bicarakan kepada pak Soekarno, agar dia mempercepat kemerdekaan bangsa ini. Bahkan lusa kita harus sudah merdeka”(meyakinkan )
Sukarni :”ide bagus, baiklah besok kita pergi ke rumah Soekarno?”
Chairul shaleh   :”biar saya dan Wikana yang akan pergi menemui Soekarno. Untuk menyampaikan tentang hal ini.”
Wikana            :”siap ............laksanakan!”
            Setelah obrolan para pemuda tersebut, akhirnya  esok hari tanggal 15 Agustus 1945 Wikana dan Chairul shaleh datang menemui Soekarnountuk menyampaikan ke inginan pemuda agar kemerdekaan bangsa Indonesia dapat di percepat.
Wikana            : ( tok.....tok..............tok) ”assalamu’alaikum”
            Terdengar jawaban salam dari Fatmawati(istri Soekarno)yang kemudian membuka pintu dan mempersilahakan Wikana dan Chairul shaleh untuk masuk menemui Soekarno.
Tidak lama mereka menunggu akhirnya mereka bertemu denga Soekarno.
Chairul shaleh   :”assalamu’alaikum pak Soekarno, kami mohon maaf jika kedatangan kami amatlah mendadakdan mengganggu aktivitas bapak.”(ucapanya meneruskan setela Soekarno menjawab salamnya)
Soekanro         :”tidak mengapa,ada apa gerangan  kalian datang ke sini?”
Wikana            :”maaf pak sebelumnya, kita langsung menyampaikan pada inti permasalahan. Hari kemarin kami sempat mendengar berita dari radio luar negeri tentang kekalahan Jepang oleh bangsa sekutu.
Chairul shaleh   :”nah, maksud kami datang ke sini adalah untuk menyampikan keinginan kami dan teman-teman yang lain agar kemerdekaan bangsa ini dapat di laksanakan secepatnya, yaitu di hari esok 16 Agustus 1945”
(tok...........tok..........tok) belum sempat Soekarno menjawab , tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dan lantuna salam yang sempat memotong pembicaraan mereka.
“wa’alaikum salam warah matullah”  ( jawab Soekarno) seraya meminta tolong kepada Fatmawati untuk membukakan pintu.
Ternyata yang datang ke rumah Soekarno adalah  mohh Hatta an Ahmad Soebadjo. Mereka lalu menghampiri Soekarno yang sedang berbincang dengan Wikana dan Chairul shaleh.
Mohh Hatta      :”ramainya di sini, ada Wikana dan Choirul shaleh juga, apa gerangan yang sedang kaian bicarakan.?”
Ahmad             :”izinkan kami untuk bergabung “
Soekarno         :”sangat kebetulan kalian datang , dengan senang hati duduklah ! ada yang perlu kita bicarakan “
            Akhirnya Soekarno pun menjelaskan kepada Mohh Hatta dan Ahmad atas maksud kedatangan golongan para muda tersebut.
Wikana            :”ya , itu benar sekali.(ucapnya meyakinkan gagasan Soekarno) kita harus secepatnya memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia karena kali ini kekuasaan Indonesia sedang mengalami kekosongan.”
Ahmad :”apa maksud kalian Indonesia sdang mengalami kekosongan kekuasaan?”
Wikana            :”ketiak kemarin Jepang kalah oleh sekutu , berarti bangsa Indonesia sekarang sedang mengalami kekosongan kekuasaan pak”
Mohh Hatta      :”bukanlah seperti itu, kita tidak mungkin  jika harus mempercepat  kemerdekaan itu!”
Soekarno         :”benar itu, kalau sedang sudah kalah oleh sekutu tetap saja bangsa Indonesia masih ada dalam kekuasaaan Jepang jadi biarlah  Jepang yang akan memberikan kemerdekaan itu kepada kita”
Chairul shaleh :”tidak pak, apakah kita akan menunggu kemungkina terburuk ketika Jepang telah kalah oleh sekutu., lalu dia menyerahkan bangsa kita kepada sekutu?”
Wikana            :”iu akan semakin mempersult kita untuk merdeka”
Soekarno         :”sudah, tenanglah! Kiat semua sangat menginginkan kemerdekaan Indonesia cepat terlaksana. Namun kita pu harus melihat lebih jauh tentang keadaan Indonesia sekarang. Kita harus mempu mementukan waktu yang tepat”
Mohh Hatta      :” iya, janganlah kalian tergesa-gesa dalam memutuskan kita masih perlu    mengadakan rapat PPKI sebagai persiapan”
Chairul shaleh :”baiklah, hari ini kami akan kembali, namun kami masih ingin kemerdekaan                     bangsa Indonesia di laksanakan hari esok ! ”
Ahmad             ”bersabarlah, hingga waktunya tiba !”
Wikana            :”baiklah, terima kasih atas waktu yang telah bapak luangkan untuk berbicara dengan kami. Kami harus kembali sekarang”
Soekarno         :”tidaklah mengapa, tenang saja kita pasti merdeka”
Chairul shalelh dan Wikana:” assalamu’alaikum”’
Golongan tua:” walaikum sallam”
            Dengan sedikit senyuman an rasa kecewa yang di rasa oleh keduanya akhirnya Chairul shaleh dan Wikana pulang dari rumah Soekarno  dan kembali melakukan perkumpulan dengan para pemuda untuk membicarakan hasil percakapan mereka dengan Soekarno.
Chairul shaleh :”assalamu’alaikum”
Para pemuda    :”wa’alaikumsalam “
Sukarni :”bagaimana tanggapan Soekarno  tentang keinginan kita?”
Syutan sahrir     : ”esok hari kita akan memproklamasikan kemerdekaan bukan?”
Wikana            :”tenanglah dahulu, mari kita duduk dan biarkan Chairul shaleh yang akan menjelaskan kejadiannya”
            Akhirnya para pemuda pun duduk dan berkumpul di suatu ruangan Chairul shaleh lalu membicarakan tentang tanggapan para golongan tua”
Chairul Shaleh              :”tadi saya dan wikana telah menyampaikan keinginan  kita untuk merdeka hari esok , namun para golongan tua tidak menyetujui”
Sudanco singgih            :”mengapa mereka tidak menyetujui?”
Wikana                        :” pak Soekarno masih menunggu Jepang yang akan yang akan memberikan kemerdekaan itu kepada kita”
Sudanco singgih            :”lalu, apakah kita akan berserah saja menunggu Jepang menyerah kita kepada sekutu?”
Chairul shaleh :”tenanglah, mohh hatta berpenapat bahwa kita masih  buuh rapat PPKI sebagai persiapan, tapi kita tetap harus mendesak Soekarno agar dapat melaksanakan proklamasi kemerdekaan scepatnya”
Syutan sahrir                 ”bagaimana kalau kita membawa Soekarno dan Mohh Hatta ke  Rengas Deklok lalu memdesak keduanya agar mempecepat proklamasi kemerdekaan?”
Sudanco singgih            :”tepatnya kita culik saja mereka !”
Chairul Shaleh :”ide yang bagus baiklah, kita laksanakan rencana tersebut esok pagi buta. Bagaimana menurut kalian ?”
Wikana            :” saya menyetujuinya”
Para pemuda :”dan kami pun menyetujuinya “
Chairul shaleh :”baiklah, Sukarni.....
Sukarni             :”iia Chairul Shaleh ?”
Chairul Shaleh :” engkau dan sudanco singgih yang akan mendapat tugas ini, bawalah Soekarno dan Mohh Hatta ke Rengas Deklok!”
Sukarni dan Singgih :”baik, kami akan laksanakan “
            Keesokan harinya Sukarni dan Sudanco singgih pun bergegas pergi ke  Jakarta untuk menculik dan membawa Soekarno Hatta ke Renggas Dengklok di pagi buta.
Sudanco singgih dan Sukarni     :”assalamu’alaikum”
Soekarno         :”wa’alaikum salam”
Sudanco singgih :”pak kalian harus ikut bersama kami ke Rengas Dengklok sekarang juga !”
M hatta            :”ada apa mengapa ? mengapa kami harus ikut bersama kalian ?”’
Sukarni :”pokoknya bapak harus ikut ke Rengas Dengklok sekarang !”
Soekarno         :”ada apa sebenarnya ? tenanglah dan jelaskan mengapa kami harus ikut bersama kalian pergi ke sana ?”
Sudanco singgih            :”kita harus bicarakan tentang kemerdekaan bangsa ini, maka, ayolah ikut bersama kami ke Rengas Dengklok bersama kami !”
Soekarno         :”tidak seperti itu , kita tidak bisa memaksakan diri untuk memproklamasikan  kemerdekaan secepatnya.”
M Hatta           :”benar, kita masih butuh rapat PPKI”
Sukarni :’sudahlah ayo ikut kita !”
Soekarno         :”baiklah, kita bicarakan saja hal ini di sana, mari bug Hatta kita ikut saja mereka”
M Hatta           :”baik bung karno”
            Setelah debat yang cukup ketat terjadi, akhirnya Sukarni dan Sudanco singgih berhasil menculik an mebawa Soekarno hatta ke Rengas Dengklok.
            Pagi menuju siang hari di Rengas Dengklok pemuda kini telah bertemu dengan Soekarno Hatta dan segera mendesak mereka agar segera mempercepat Proklamasi.
Chairul Shaleh  :”pak, ayolah kita percepat kemerdkaan kita!”
Soekarno         :”bersabarlah sejenak wahai para pejuang, tenang saja kita pasti proklamasi”
Sudanco subeno:”kita tunggu apalagi pak ?”
Syutan sahrir     :”benar, sebenarnya apalagi yang kiat tunggu ?”
 M hatta           :”pada waktunya kita akan merdeka “
Soekarno         :”nantikanalah waktu itu wahai para pemuda”
           
Tiba-tiba saat pedebatan kembali terjadi , datanglah Sudanco singgih , yang kemudian memanggil Chaerul shaleh
Sudanco singgih            :”tenanglah kawan, ijinkan saya bersama Chairul shaleh, kemarilah sebentar!”
            Pada obrolan sudanco singgih dengan Chaerul Shaleh ia meminta agar dirinya dengan Soekaro hatta di tinggalkan.
Chaerul pun kembali pada perkumpulan bersama Sudanco singgih
Chaerul Shaleh             :”sudahalah kawan,. Marilah kita tinggalakan Soekarno hatta bersama sudanco singgih!”
            Setlah para pemuda meninggalakan dengan Soekarno hatta saat itu’
Sudanco singgih            :”pak begini saja , apakah bapak akan membiarakan perpecahan terus terjadi antara golongan tua dengan golongan mua ? padahal keduanya pun ingin segera merdeka pak !”
Soekarno         :”memang benar, saya tidak akan membiarkan perpecahan ini terus terjadi, tapi untuk melakukan proklamasi kita masih perlu persiapan lebih”
Sudanco singgih            :”akankan bapak rela bangsa kita teruus dalam jajahan ?”
Soekarno         :”sungguh tiak, saya tidak ini bangsa kita terus menderita “
M Hatta           :”memang benar gagasanmu Sudano singgih, tapi apakah kita tidak  akan melakukan rapar persiapan?”
Sudanco singgih            :”anggap saja ini rapat persiapan pak, tidak usah bertele-tele, ingatlah ! bangsa kita ingin segera mereka!”
Soekarno         :”baikalah wahai Sudanco singgih, saya akan menyutujui proklamasi akan di laksanakan secepatnya, bagaimana denga engkau bung hatta?”
M Hatta           :”baiklah, jika itu yang terbaik saya menyutujuinya “
            Akhirnya Soekarno hatta pun menyutujui proklamasi di laksanaka secepatnya. Sudanco singgih segera pergi ke Jakarta da memberitahukan hal ini kepada pemimpin pemuda”
Sudanco singgih            :”assalamu’alaikum”
Wikana                        :”wa’alaikum salam”
Sudanco singgih            :”Wikana,  setelah kemarin saya bertemu dengan Soekarno hatta akhirnya mereka menyetujui proklamasi di laksanakan secepatnya”
Wikana                        :”alahamdulillah jika seperti itu, kebetulan hari ini sya akan ke rumah Ahmad Subarjodi rumah Laksamana “
Sudanco singgih :”ada apa gerangan menemuinya?”
Wikana                : “ kami akan membicarakan tentang pelepasan Soekarno-Hatta dan tentang kemerdekaan kita.”
Sundaco Singgih : “ Baiklah bila begitu, semoga berhasil!
Wikana                : “ Saya tinggal dulu, Assalamu’alaikum.”
Sundaco Singgih : “ Wa’alaikum salam.”
            Wikana pun bergegas pergi ke rumah laksamana  Tadashi Maeda untuk menemui Achmad Soebaryo.
Wikana            : ( tok.. tok.. tok... ) “ Assalamu’alaikum”
Laksamana       : “ Wa’alaikum Salam”
            Wikana pun menjelaskan maksud tujuannya datang ke rumah Laksamana.
Laksamana       : “ Ada apakah Wikana datang ke rumah saya?”
Wikana            : “ Saya akan berteu dengan Achmad Soebarjo tentang kemerdekaan dan saya rasa disinilah tempat yang aling aman dari tentara jepang. Bolehkah kami berbicara disini?”
Laksamana       : “ Silahkan, dengan senang hati, mana  Achmad Soebarjo?
Wikana            : “ Dia akan segera datang”
Laksamana       : “Baiklah, silahkan masuk dan duduklah!”
            Tidak lama setela wikana datang, Achmad Soebarjo tiba dirumah Laksamana.
Achmad           : ( tok... tok... tok..) Assalamu’alaikum
Laksamana       : “Wa’alaikum salam”
Laksamana       : mungkin itu pak Achmad Soebarjo, biar saya bukakan pintu.
                          “ pak Achman silhkan masik , Wikana sudah menunggu”
Achmad           : “Terimaksih Laksamana. Marilah ikut sama kami disini!
Laksamana       : “ oh, silahkan, saya tinggal dulu ada urusan!
            Setelah bertatap muka, akhrnya dimulailah pembicaraan diantara keduanya.
Achmad           : “mengapa Soekarno dan Hatta ke Rengas Dengklok?”
Wikana            : “kami hanya ingin kemerdekaan dilaksanakan secepatnya. Maka dari itu kami membawa mereka kesana.
Achmad           : tolong lepaskan mereka sekarang juuga, saya akan memberikan  jaminan bahwa selambat-lambatnya keesokan hari Soekarno hatta memproklamasikan kemerdekaan indonesia”
Wikana            :”apa benar itu adanya ?”
Ahmad             ”benar nyawa saya menjadi taruhannya”
Wikana            :”baiklah jika seperti itu adanya, jemput saja Soekarno hatta, merekka ada di Rengas Dengklok tempat kedudukan kompi tentaraPETA, namun jangan lupa dengan janji bapak “
Ahmad :”terima kasih atas informasinya saya akan jamin hal itu”
            Ahmad Soebarjo pun segera pergi ke Rengas Dengklok untuk menjemput Soekarno hatta . ia kemudian bertemu dengan Subanco subeno(komandan kompi tentara PETA)untuk meminta pembebasan keduanya.
Ahmad                  : ”assalamu’alikum”’
Subanco Subeno  :”Wa’alaikum salam, ada apa gerangan ke sini ?”
Ahmad                  :”saya ingin menjemut Soekarno hatta ke Jakarta, dan sebagai jaminan besok kita akan melaksanakan kemerdekaan bangsa Indonesia”
Sudanco subeno  :”baikalah jika itu jaminannya, mesti kau tepati, silahakan bertemu dan jemput Soekarno hatta untukkembali ke Jakarta”
            Ahmad subarjo pu akhirnya dapat menemui Soekarno hatta
Ahmad :”selamat siang bung Karno dan bung hatta”
Soekarno         :”selamat siang Ahmad subarjo”
Ahmad :”saya telah berbicara dengan pemuda dan akhirnya mereka mengizinkan saya untuk menjemput bung karno namun dengan persyaratan kita harus merdeka hari esok”
Soekarno         :”baiklah, kita akan memproklamasikan kemerdekaan hari esok, saya pun tidak ingin perpecahan terus terjadi”’
M hatta            :”benar, mari kita ke Jakarta  sekarang juga “’
Soekarno         :”kita langsung ke rumah Laksamana Tasadsi Maeda di sana tempat yang aman dari tentara Jepang”
Ahmad :”baik bung mari kita pergi!”
           
Ahmad Subarjo kembali ke Jakarta dan berhasil menjemput Soekarno hatta . mereka langsung pergi ke rumah laksamana maeda dan mulai merumuskan naskah proklamasi pukul 23.30 tanggal 6 Agustus 1945.
Soekarno         :”selamat malam Laksamana”
Laksamana       :”selamat malam pak”
Soekarno         :”boleh kami kemballi menggunakan tempat ini untuk merumuskan naksah proklamasi? Karena hanya ini satu-satunya tempat yang aman”
Laksamana       :”baiklah dengan senang hati”
M hatta dan Ahmad      :”terima kasih Laksamana”
            Pada saat tu juga mereka mulai merumuskan naskah proklamsi, yang di sakasikan oleh pemuda yakni Sukarni dan Laksamana .
Soekarno         :”baiklah, kita mulai  saja merumuskan naskah proklamasi ini, bagaimana menurut kalian tentang isi proklamasi ini ?”
M hatta            :”awalnya kita harus memakai pernyataan tentang kemerdekaan bangsa ini”
Ahmad             :”benar, setelah itu di jantumkan beberapa penjelasan “
Soekarno         :”baiklah, benar saya tulis isi proklamasi tersebut, di mulai dari pernyataan kemerdekaan, seperti apa itu bung ?”
M hatta            :”begini saja “kami bangsa Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya” untuk paragraf pertama “
Soekarno         :”bagaimana jika kita cantumkan kenegaraan pada akhirnya , jadi tidak kemerdekaannya, namun kemerdekaan Indonesia “
Ahmad :”ia saya setuju dengan hal itu”
Soekarno         :”lalu apa yang kau maksud dengan beberapa penjelasan itu ?”
Ahmad :”makud saya di sana tercantum enjelsan tentang perpindahan kekuasaan”
M hatta            :”seperti apa itu konteksnya?”
 Ahmad            :”bagaimana kalau seperti ini :”hal-hal mengenai perpindahan kekuasaandan lain-lain, di selenggarakan secara seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya?”
            (Soekarno pun menulis proklamasi yang di sumbangkan atas pemikiran Drs. Hatta dan Mr. Subarjo)
Soekarno         :”baik jadi seperti ini kah isinya ......”
(sambil membacakan tulisan yang telah di dapat )
Ahmad             :”jangan lupa tempat dan tanggal waktu saat kita merdeka “
Soekarno         :”benar sekali Djakarta 17-8-05”
Ahmad :”bagaimana jika Djakarta, hari 17 bulan 8 tahun 1945”
M hatta            :”ia, itu lebih terdengar jelas, teks prokalamasi itu lalu di tanda tangani oleh wakil bangsa Indonesia”
Soekarno         :”baiklah, alhamdulillah teks proklamasi ini telah selesai,  sekarang mari kita bicarakan hasilnya bersma para pemuda dan yang lainnya , bagaimana pandanganmu Laksamana ?
Laksamana       :”tinggal bicarakan dengan yang lain”
Soekarno         :”baiklah, mari bung hatta dan ahmad subarjo”
            Mereka akhirnya menemui para pemuda yang sudah berkumpul di serambi muka .
Soekarno         :”hai para pejuang, ini rumusan teks proklamasi itu “
            Para pemuda lalu melihat bersama –sama isi teks proklamasi tersebut
M hatta            :”bagaimana jika kita semua menadatangani teks ini seperti saat dekralasion”
Sukarni :”menurut saya lebih baik bung karno dan bung hatta saja ang menandatanganinya atas nama bangsa Indonesia”
Para pemuda    :”benar kami setuju”
            Akhirnya soekarno hatta pun mendatangani teks proklamasi kemerdekaan itu,
Syutan sahrir     :”lalu bagaimana dengan bendera Indonesia ?”
Soekarno         :”biar fatmawati saja yang akan menjaitnya, bagaimana Fatmawati?”
Fatmawati        :”baik kang mas”
Chaerul shaleh :”dimana kita akan melaksanakan proklamasi kemerdekaan ?”
Sukarni :”di lapangan ikada saja “
Wikana            ”benar, di sana saja”
Soekarno         :”tinggal selangkah lagi menuju merdeka “
           


Keesokanharinya tanggal 17 Agustus 1945
Sukarni :”assalamu’alaikum”
Soekarno         :”wa’alaikum salam”
Sukarno           :”pak saya ingin melapor, lapangan ikada ternyata tidak dapat di gunakan karena terlalu berbahaya”
Soekarno         :”tentara Jepang  pasti menjaganya, baiklak biar pembacaan proklamasinkita laksanakan di halaman rumah kediaman saya beritahu yang lain.
Sukarni :”baik pak laksanakan”
            Sukarni pun segera memberitahukan kepada para pemuda tentang hal itu, akhirnya pada pukul 10.00 hari jum’at tanggal 17 Agustus 1945 Soekarno membacakan proklamasi yang di awali oleh pidato singkatnya di halam rumah kediaman keluarga bung karno. Jalan Pegangsaan Timur no56 16 Jakarta.



Created By : Siti Nur Fatimah